
Bukan tidak mungkin hal ini terjadi di perusahaan kita.Saat karyawan mengalami masalah pribadi seperti perceraian, anggora keluarga yang sakit kehilangan atau masalah pribadi yang lainnya. Tidak jarang konsentrasi kerja karyawan terganggu dan semakin hari kinerjanya memburuk.
Kinerja yang memburuk karena masalah pribadi?
Masalah pribadi sebenarnya dari sudut pandang proffesionalisme bukanlah ranah perusahaan. Namun karyawan yang kurang fokus sering melamun, mengantuk di jam kerja, sering membuat kesalahan kerja, terlambat tiba di kantor, adalah indikator-indikator yang menunjukkan sebaiknya perusaan turun tangan untuk membantu karyawan.
Bantuan perusahaan tidak hanya dapat membantu meminimalisir kerugian yang dialami perusahaan karena buruknya kinerja karyawan, namun juga akan menumbuhkan dan mengokohkan loyalitas karyawan terhadap atasan dan perusahaan. Saat perusahaan mengalami kondisi yang buruk, Karyawan tersebut akan bekerja lebih baik karena ia memiliki kontrak emosional pada perusahaan.
Lantas sebaiknya apa yang dilakukan perushaan atau atasan untuk menghadapi hal ini?
-Meminimalisir Dampak
Untuk meminimalisir dampak buruknya kinerja terhadap kinerja tim atau perusahaan , sebaiknya karyawan di mutasi kebagian lain yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak berdampak langsung pada kinerja tim/perusahaan.Apabila ini dilakukan, perusahaan tidak akan mengalami kendala yang berarti saat harus mengambil keputusan dalam aktifitas operasional.
-Peningkatan Sistem Kontrol
Untuk meningkatkan kontrol terhadap perkembangan penyelesaian pekerjaan karyawan,tidak ada salahnya untuk membagi tugas dan tanggung jawab karyawan tersebut dengan karyawan lainnya.
-Fleksibilitas Waktu Kerja
Apabila memungkinkan, tidak ada salahnya jika memberi fleksibikitas waktu kerja kepada karyawan tersebut. Sepanjang dia mampu memenuhi target yang sudah ditetapkan maka ia dapat menyelesaikan pekerjaanya di mana saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar